Catatan Pengamat Dadakan
Catatan Pengamat Dadakan, saya menyematkan diri saya sebagai pengamat dadakan, hahaha. Saya tidak bersekolah tinggi tapi keluhannya banyak :D
Tulisan-tulisan saya di sini adalah semua tentang keresahan yang saya alami, tentu beberapa keresahan saya ini saya ceritakan kepada pasangan dan teman-teman, tapi sepertinya seru juga kalau saya tulis di blog seperti ini.
Terkadang sedikit bingung rasanya ketika saya sebagai anak kampung yang sedang mengais rejeki di Ibu Kota ini ketika melihat hal-hal yang mungkin tidak ditemukan di kampung halaman serasa ingin bercerita tapi takut salah, haha
Semisal kalau di Ibu Kota ketika saya memarkirkan kendaraan saya sebentar di depan mesin ATM, lalu saya tidak jadi tarik tunai karena mesinnya rusak, tiba-tiba saya dimintai uang parkir (padahal pas saya datang itu tukang parkir nggak ada -_-"), saya beri 1000 perak karena waktu itu tidak ada uang lagi (sedih, haha), eh si tukang parkirnya bilang "1000 perak buat apaan?" sambil menggerutu. Saya sedih, hahaha. Jujur di kampung saya tukang parkir diberi 1000 perak berterima kasih dan membantu kita parkir dan keluar, kalau hanya sebentar pun terkadang tidak ditarik uang parkir, lah ini diberi tapi malah ngomel-ngomel.
Hal-hal semacam ini yang sebenarnya terkadang ingin saya tulis dan ceritakan kepada teman-teman pembaca semua. Dari hal receh sampai yang berat juga sebenarnya ingin saya jadikan bahan untuk berdiskusi, jujur saya cukup benci untuk berdebat karena tidak akan menemukan solusi apapun dari semua keresahan yang saya rasakan.
Jika tulisan saya ini bisa mendapatkan respon yang baik mungkin saya akan lebih sering lagi menulis di blog ini.
Jangan lupa disubscribe ya, hahaha (bukan Youtuber)
Regards
Tulisan-tulisan saya di sini adalah semua tentang keresahan yang saya alami, tentu beberapa keresahan saya ini saya ceritakan kepada pasangan dan teman-teman, tapi sepertinya seru juga kalau saya tulis di blog seperti ini.
Terkadang sedikit bingung rasanya ketika saya sebagai anak kampung yang sedang mengais rejeki di Ibu Kota ini ketika melihat hal-hal yang mungkin tidak ditemukan di kampung halaman serasa ingin bercerita tapi takut salah, haha
Semisal kalau di Ibu Kota ketika saya memarkirkan kendaraan saya sebentar di depan mesin ATM, lalu saya tidak jadi tarik tunai karena mesinnya rusak, tiba-tiba saya dimintai uang parkir (padahal pas saya datang itu tukang parkir nggak ada -_-"), saya beri 1000 perak karena waktu itu tidak ada uang lagi (sedih, haha), eh si tukang parkirnya bilang "1000 perak buat apaan?" sambil menggerutu. Saya sedih, hahaha. Jujur di kampung saya tukang parkir diberi 1000 perak berterima kasih dan membantu kita parkir dan keluar, kalau hanya sebentar pun terkadang tidak ditarik uang parkir, lah ini diberi tapi malah ngomel-ngomel.
Hal-hal semacam ini yang sebenarnya terkadang ingin saya tulis dan ceritakan kepada teman-teman pembaca semua. Dari hal receh sampai yang berat juga sebenarnya ingin saya jadikan bahan untuk berdiskusi, jujur saya cukup benci untuk berdebat karena tidak akan menemukan solusi apapun dari semua keresahan yang saya rasakan.
Jika tulisan saya ini bisa mendapatkan respon yang baik mungkin saya akan lebih sering lagi menulis di blog ini.
Jangan lupa disubscribe ya, hahaha (bukan Youtuber)
Regards
Komentar
Posting Komentar